ADA SESEORANG YANG SEDANG DISIMPAN WAKTU
Ada masa dalam hidup ketika aku sering bertanya kepada diriku sendiri tentang masa depan. Bukan tentang pekerjaan, bukan tentang mimpi-mimpi yang ingin kukejar, melainkan tentang seseorang yang suatu hari akan berjalan bersamaku. Pertanyaan itu tidak selalu hadir dengan suara yang keras. Kadang ia muncul di sela perjalanan pulang setelah hari yang panjang. Kadang ia datang ketika aku melihat orang-orang membangun kehidupan bersama orang yang mereka cintai. Dan kadang ia hadir begitu saja, seperti angin yang menyentuh daun tanpa pernah meminta izin terlebih dahulu. Saat itu aku belum mengetahui siapa orang tersebut. Namun entah mengapa, selalu ada keyakinan kecil di dalam hati bahwa di suatu tempat, seseorang sedang dipersiapkan oleh waktu.
Aku percaya bahwa Allah tidak pernah menciptakan pertemuan secara tergesa-gesa. Sebagaimana seorang penulis yang tidak sembarangan memilih akhir bagi ceritanya, Allah pun memiliki cara-Nya sendiri dalam mempertemukan manusia. Ada yang dipertemukan cepat, ada yang harus berjalan lebih jauh terlebih dahulu. Ada yang bertemu ketika masih muda, ada pula yang harus melewati berbagai musim kehidupan sebelum akhirnya saling menemukan. Pada masa itu, aku belum memahami mengapa jalanku terasa begitu panjang. Namun sekarang aku tahu bahwa panjangnya perjalanan bukanlah tanda bahwa aku ditinggalkan oleh takdir. Justru sebaliknya, perjalanan itu sedang mengarahkanku kepada seseorang yang telah dipersiapkan dengan sangat baik.
Hari-hariku tetap berjalan seperti biasa. Aku menulis ketika ide datang mengetuk pikiran. Aku mengajar ketika amanah memanggil. Aku menyusun berbagai program, membangun berbagai sistem, dan mengejar berbagai target yang ingin kuwujudkan. Dari luar, hidupku terlihat sibuk dan penuh arah. Namun jauh di dalam hati, ada ruang yang sesekali bertanya tentang seseorang yang belum dikenal. Seseorang yang mungkin pada saat yang sama juga sedang menjalani hari-harinya sendiri. Seseorang yang mungkin sedang tertawa bersama keluarganya, menjalani pekerjaannya, memikul lelahnya, dan memanjatkan doa-doanya tanpa mengetahui bahwa di tempat lain ada seorang lelaki yang suatu hari akan menjadi bagian dari hidupnya.
Yang membuatku takjub adalah kenyataan bahwa pada saat aku belum mengenalmu, engkau telah hidup di dunia yang sama denganku. Kita menghirup udara yang sama, memandang langit yang sama, dan menjalani waktu yang sama. Kita mungkin pernah berada dalam kota yang sama tanpa saling mengetahui keberadaan masing-masing. Kita mungkin pernah melihat matahari terbenam pada hari yang sama tanpa pernah menyadari bahwa suatu hari nanti kita akan menceritakan banyak hal satu sama lain. Betapa aneh dan indahnya cara Allah bekerja. Dia membiarkan dua orang hidup dalam waktu yang sama, namun menyimpan pertemuan mereka hingga saat yang paling tepat.
Nyaaa, ketika aku mengenang kembali masa-masa sebelum mengenalmu, aku sering membayangkan dirimu pada hari-hari itu. Aku membayangkan seorang perempuan yang sedang bertumbuh menjadi pribadi yang kuat. Seorang guru yang setiap harinya mengajarkan ilmu kepada murid-muridnya. Seorang anak yang menjadi kebanggaan keluarganya. Seorang perempuan yang mungkin juga pernah merasa lelah, kecewa, atau bingung menghadapi hidup, tetapi tetap memilih untuk melangkah. Dan sementara engkau sedang menjalani semua itu, waktu diam-diam sedang menyimpanmu. Menyimpanmu dari pertemuan yang terlalu cepat. Menyimpanmu dari kisah yang belum waktunya dimulai.
Kini aku memahami bahwa waktu bukan hanya tentang hitungan hari, bulan, atau tahun. Waktu adalah penjaga rahasia Allah yang paling setia. Ia menyimpan banyak hal yang belum boleh diketahui manusia. Ia menyembunyikan jawaban hingga seseorang siap menerimanya. Ia menahan pertemuan hingga dua hati cukup matang untuk menghargainya. Dan dalam kisah kita, waktu telah menjalankan tugasnya dengan sangat baik. Ia menyimpan namamu hingga aku siap mengenalnya. Ia menyimpan kisah kita hingga kita mampu menjalaninya dengan lebih dewasa.
Barangkali itulah sebabnya aku tidak pernah benar-benar menyesali penantian yang panjang. Sebab sekarang aku tahu bahwa aku tidak sedang menunggu tanpa tujuan. Aku sedang berjalan menuju seseorang yang sedang disimpan oleh waktu. Seseorang yang tidak hilang ke mana-mana. Seseorang yang tidak sedang direbut oleh siapa pun. Seseorang yang hanya sedang dipersiapkan oleh Allah melalui musim-musim kehidupannya sendiri. Dan ketika waktunya tiba, seluruh jarak itu perlahan menghilang, seluruh penantian itu menemukan maknanya, dan seluruh doa itu mulai menunjukkan jawabannya.
Hari ini, ketika aku menulis namamu di halaman ini, aku tersenyum mengingat betapa sabarnya waktu menjaga rahasia tersebut. Sebab ternyata seseorang yang selama ini kusangka masih jauh, sebenarnya telah hidup di bawah langit yang sama. Seseorang yang selama ini hanya hadir dalam doa-doa tanpa nama, ternyata telah memiliki nama yang begitu indah. Dan nama itu adalah Kurnia Noviani. Perempuan yang pernah disimpan oleh waktu, dijaga oleh takdir, lalu dipertemukan Allah kepadaku pada saat yang paling tepat. Bukan lebih cepat, bukan lebih lambat, melainkan tepat ketika hati kita siap untuk saling menemukan dan tidak lagi berjalan sendirian.
Baca Juga:
4 thoughts on “ADA SESEORANG YANG SEDANG DISIMPAN WAKTU”