LANGIT YANG DIAM-DIAM MENYIAPKAN PERTEMUAN
5 mins read

LANGIT YANG DIAM-DIAM MENYIAPKAN PERTEMUAN

Sering kali kita mengira bahwa peristiwa-peristiwa besar selalu diawali oleh langkah yang besar pula. Kita membayangkan takdir datang dengan cara yang luar biasa, seolah seluruh semesta sengaja berhenti sejenak untuk mengumumkan kedatangannya. Padahal dalam kenyataannya, banyak hal penting dalam hidup justru bermula dari sesuatu yang tampak begitu sederhana. Sebuah percakapan singkat. Sebuah sapaan yang tidak disengaja. Sebuah pertemuan yang pada awalnya tidak terlihat berbeda dari pertemuan-pertemuan lainnya. Dan mungkin memang begitulah cara  Allah bekerja. Dia menyembunyikan keajaiban di balik hal-hal yang tampak biasa agar manusia belajar menemukan makna dalam kesederhanaan.

Jika hari ini aku diminta menunjuk satu titik awal dari kisah kita, mungkin aku akan kembali kepada sebuah sore yang tampak biasa saja. Tidak ada peristiwa besar yang terjadi saat itu. Aku hanya sedang membuka Instagram, menggulir layar sebagaimana banyak orang melakukannya setiap hari. Jempolku bergerak dari satu unggahan ke unggahan lain, dari satu cerita ke cerita berikutnya. Tidak ada yang istimewa. Tidak ada yang berbeda. Hingga akhirnya sebuah story yang diunggah oleh Baiti muncul di layar ponselku. Sebuah story sederhana yang mungkin akan dilewati begitu saja oleh kebanyakan orang. Namun rupanya, pada hari itu,  Allah sedang menyembunyikan sebuah pertemuan di baliknya.

Di dalam story itu, aku melihatmu. Hanya sesederhana itu. Tidak ada percakapan. Tidak ada perkenalan. Hanya sebuah pandangan singkat yang berlangsung dalam hitungan detik. Namun anehnya, ada sesuatu yang membuatku berhenti menggulir layar. Seolah ada suara kecil dalam hatiku yang berkata, “Ini dia.” Sampai hari ini aku tidak mampu menjelaskan mengapa perasaan itu muncul. Sebagai seseorang yang terbiasa berpikir dengan logika, aku lebih akrab dengan alasan daripada firasat. Namun pada saat itu, untuk pertama kalinya aku merasa bahwa tidak semua hal harus dijelaskan oleh logika. Ada kalanya hati mengetahui sesuatu lebih dahulu daripada pikiran.

Barangkali jika hari itu aku memilih menutup aplikasi lebih cepat, cerita ini tidak akan pernah lahir. Barangkali jika story itu tidak muncul di berandaku, aku akan tetap berjalan di jalanku sendiri tanpa pernah mengetahui bahwa ada seseorang bernama Kurnia Noviani yang sedang disiapkan  Allah untuk menjadi bagian dari hidupku. Namun takdir sering kali bekerja melalui kemungkinan-kemungkinan kecil yang tidak kita sadari. Ia menyusun peristiwa demi peristiwa dengan begitu rapi, lalu mempertemukan semuanya pada waktu yang tepat. Dan pada hari itu, tanpa kusadari, takdir sedang menulis kalimat pertamanya.

Setelah melihatmu, aku melakukan sesuatu yang tampak sederhana: menekan tombol follow. Hanya satu sentuhan jari di layar ponsel. Tidak lebih. Tetapi siapa sangka, langkah kecil itu kelak akan membawaku sejauh ini. Aku sering tersenyum sendiri ketika mengingatnya. Betapa banyak keputusan besar dalam hidup ternyata berawal dari tindakan-tindakan yang terlihat sangat sepele. Seperti sebuah buku yang tebalnya ratusan halaman, tetapi seluruh kisah di dalamnya bermula dari satu kalimat pertama. Hari itu, tombol follow tersebut menjadi kalimat pertama dalam kisah yang sedang ditulis  Allah untuk kita.

Lalu percakapan itu dimulai. Dari Direct Message yang sederhana. Dari sapaan yang mungkin tidak memiliki makna besar bagi siapa pun yang membacanya. Namun dari sanalah benih-benih cerita mulai ditanam. Percakapan yang awalnya biasa perlahan menjadi lebih hangat. Pesan demi pesan mulai menghadirkan rasa penasaran. Hari demi hari membuat kita saling mengenal sedikit lebih jauh. Hingga akhirnya percakapan itu menemukan jalannya menuju WhatsApp, tempat di mana kata-kata menjadi lebih panjang dan cerita-cerita mulai menemukan ruangnya untuk bertumbuh.

Saat itu aku belum mengetahui akan sejauh apa perjalanan ini membawa kita. Aku belum mengetahui bahwa perempuan yang kulihat sekilas dalam sebuah story Instagram akan menjadi seseorang yang begitu penting dalam hidupku. Aku belum mengetahui bahwa namamu kelak akan menjadi salah satu nama yang paling sering kusebut dalam doa. Aku belum mengetahui bahwa suatu hari nanti aku akan menuliskan kisah kita dalam sebuah buku yang akan kau baca menjelang hari pernikahan kita. Semua itu masih tersembunyi di balik rahasia waktu. Namun sekarang, ketika aku melihat ke belakang, aku memahami bahwa  Allah sebenarnya telah memberi petunjuk sejak awal.

Karena ternyata langit memang sedang menyiapkan pertemuan itu diam-diam. Melalui sebuah story yang lewat hanya beberapa detik. Melalui seorang teman yang mungkin tidak pernah menyadari bahwa unggahannya menjadi bagian dari sejarah hidup dua orang. Melalui sebuah tombol follow, sebuah pesan singkat, dan percakapan yang perlahan tumbuh menjadi kedekatan. Tidak ada yang terlihat luar biasa saat itu. Namun justru di situlah letak keindahannya. Sebab cinta kita tidak datang dengan gemuruh yang mengejutkan dunia. Ia datang dengan cara yang lembut, sederhana, dan nyaris tak terdengar. Seperti langit yang diam-diam bekerja sepanjang malam untuk menghadirkan fajar keesokan harinya. Dan ketika fajar itu akhirnya tiba, aku menemukan bahwa cahaya yang selama ini sedang diarahkan kepadaku ternyata memiliki satu nama: Kurnia.

 

Baca Juga:

PERPUSTAKAAN YANGBELUM MENYIMPAN NAMAMU

DOA YANG MASIH BERJALAN TANPA ALAMAT

MUSIM YANG MENUNGGU POHONNYA BERBUNGA

JALAN SUNYI YANG SEDANG MENUJU SESEORANG

TAKDIR YANG MENGETUK DARI ARAH TAK TERDUGA

LANGIT YANG DIAM-DIAM MENYIAPKAN PERTEMUAN

SEBELUM NAMAMU MENEMUKAN JALANNYA KEPADAKU

ADA SESEORANG YANG SEDANG DISIMPAN WAKTU

3 thoughts on “LANGIT YANG DIAM-DIAM MENYIAPKAN PERTEMUAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *